Minggu, 05 April 2015
Bonus demografi
adalah adalah peluang (opportunity) yang sangat menguntungkan Negara di
karenakan besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15 – 64 tahun)
dalam evolusi kependudukan yang dialaminya.
Jika suatu Negara mendapatkan bonus demografi muncullah suatu problema
baru, yaitu siap atau tidaknya Negara tersebut. Bisa di bilang bonus demografi
adalah pilar ekonomi yang dapat
mengokohkan suatu Negara di bidang SDM(sumber Daya Manusia) Produktif. Peluang besar
inipun dapat dirasakan oleh kaum hawa, karna seiring dengan pertumbuhan usia produktif maka
usia anak-anak dapat dialihkan pada mutu pertumbuhan penduduk.
Namun jika dipikirkan dengan lebih mendalam, seandainya
suatu Negara mendapatkan bonus demografi tetapi tidak dibarengi dengan jumlah lapangan
kerja yang lebih banyak, maka asa menjadi petaka. Pengangguran yang lebih
banyak akan menjadi momok yang lebih menakutkan dari sebelumnya. di Indonesia sendiri
bonus demografi nampaknya belum dimanfaatkan dengan maksimal bahkan bisa
dikatakan kurang. Human Developmen Idex (HDI) Indonesia masih tergolong rendah,
tingkat HDI yang rendah dapat berimplikasi Pada SDM yang rendah baik sebagai
pekeja atau pun pencipta lapangan kerja. Kualitas ketenagakerjaan kita pun
masih kalah dari Negara – Negara lain.
Khusus untuk
kualitas tenaga kerja, kita juga harus segera menyiapkan diri untuk menghadapi
ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Saat AEC sudah berlaku, tenaga-tenaga
kerja dari negara tetangga kita di ASEAN akan lebih mudah masuk ke Indonesia
untuk bekerja. Saat itu yang akan diperhatikan adalah keahlian dan kualitas
kerja si penduduk. Mereka yang kualitasnya baik akan mengisi lapangan
pekerjaan, sementara yang lain akan menjadi pengangguran. Usaha untuk
meningkatkan pembangunan manusia Indonesia harus sudah dilakukan sekarang.
Untuk menuju bonus demografi, kita masih memiliki lebih dari 5 tahun lagi.
Pembangunan manusia tidak boleh dinomor-sekiankan, fokusnya harus termasuk
underlined factor. Ini sangat penting karena pembangunan ini adalah investasi
jangka panjang yang akan menjadi senjata utama untuk mencapai Indonesia yang
lebih maju.
